0rat Oret

google.com
02 Desember 2009 jam 12:03

WAJAH TUHAN

di lembar suratmu, Kekasih
tetes embun basahi aksara-Mu
bergelombang bagai lukisan abstrak
membentuk wajah senyum

jemariku mengulur
mencoba mengusap
bayang memudar
lenyap diselimut ayat

kuberbisik pada malam,

” Itukah wajah Tuhan?

____________________________

MENGEJAR BAYANG IBU

aku berlari mengejarmu, ibu
bercelana pendek, bersepatu karet
dengan payung kecil ditangan
kunaungi sanggul perakmu dari cahaya siang

aku tak ingin teriknya membakarmu, ibu
payung kecil ini akan menghalau pandangnya
berjalanlah disisiku
biar kujaga dengan segumpal awan

berharap,
agar bayangmu tak lagi hilang…..

____________________________________

SERAUT WAJAH MUNGIL DISUDUT PASAR

seraut wajah mungil
ditumpukkan ikan-ikan
tersenyum padaku…getir

duduk sendiri
meniti buih-buih
merenda malam hingga pagi

dia berharap sekeping hati
karena lambung telah sunyi
oleh kering mentari

tak sisakan cahaya
terlupakan, tersisihkan..

meringkuk disudut
bocah kecil, mengantuk
aura membusuk
tebarkan aroma lapar

nafas satu satu
menunggu Sang Pemberi
sisakan recehan mimpi

____________________________

DI BATAS RAGU

Senyummu mengukir hariku
saat jumpa di bening telaga
hingga rasa itu hadir
menggelisah..

kau bisikkan nada sunyi
redupkan lentera mungil
kerling mata di sudut wajah
ku ragu mendekat

hening menyapa
saat purnama bermain mata
hingga pagi memecah
tiada kata terucap

kauselami telaga
mencari jejak nama kita
kutorehkan pesan

” Aku menunggumu”

Oleh Sayuri Yosiana

ONE MOMENT

www.irishviews.com
07 November 2009 jam 4:51

Tanoshiku sugo shimashitaame

ame ga furi soo desu

konban wa suzushii desu ne

sono o hanasanaide kudasai

ima ikanakereba naranai to omoimasu

sumimasen…sorosoro kaerimasu

ima ikanakereba

mata rainen

oyasumi nasai

ja mata aimashoo

sayonara…