Kita Di Bulan Mei

kita, kelak tiba pada musim kuncup dan kematian
yang berjalan beriringan. bergandeng tangan dan berselonjor santai.
dimana ranting ranting, saling lempar senyum diantara cemas tersembunyi .
pada musim tiada yang sebentar lagi tiba.

dan pada hari pemakaman kita.
hati kita saling melihat . memantra puja puja. pada yang fana fana. yang kita tak tahu apa apa.
setelah lelah mengadukan takdir pada tuhan. nyatanya kita tetap tak pernah kemana mana.

kita tahu. kau dan aku adalah sepasang, yang sendirian. memilih berkelana dari peron ke peron
menjinjing tanya yang berjatuhan.
cobalah, buka matamu, pada kehidupan yang berlarian. diantara dua kaki kita. melewati lengan, dagu dan kepala.
kau lihat,
kita terus tertatih. diantara gumpalan hujan dan terik amaterasu. menguliti habis kisah dan masa depan. hingga tinggal ruang ruang kosong melolong.
stasiun terakhir sebentar lagi. baiknya kita nikmati perjalanan ini. melewati dinding dinding peradaban, lembah dan pinggiran kota.
kau tahu, tentu.
saat mei bertemu juni,
apa yang kita harapkan selain tidur yang lelap?
begitu lelap, hingga memakan habis sisa cerita di bangku tunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *