Sunyi…

Pada malam kutitip lupa. Untuk diolah jadi ingatan.

Tentang sebuah kisah yang tercecer. Sepanjang ingatan yang meretak.

Mungkin kelak akan benderang. Seperti bulatan gembung dilkejauhan.

Setia pada malam. Lembut tak menyilaukan.

Pada sore kutitip sumpah. Melarung ingatan yang menyampah tak bersalur.

Retaslah, dan biarkan lepas. Karena malam semakin wangi. Dan puisi semakin sunyi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *